Makam Moechammad Zen, Penting Direhab, Tokoh Sepanjang Umur Kawal Kesehatan Masyarakat Desa

  • Bagikan

FIKIR.ID – Jum’at pagi, 19 Agustus 2022, saya ziarah ke makam pahlawan kemanusiaan bidang kesehatan, dr. Muhammad Zen Datuak Bagindo Tan Basa. Ditemukan di batu nisannya terbaca ia lahirnya antara 28-29 April 1896. Wafat dalam usia muda 36 tahun yakni 20 November 1931. Namanya ditulis dengan spelling words dr. Moechammad Zen. Nama besar tokoh ini telah diabadikan sebagai nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Pesisir Selatan di Painan. RSUD ini didirikan tahun 1930, setahun sebelum wafatnya dr. M.Zen tahun 1931.

Kebesaran jasa dr. Muhammad Zen Dt. Bagindo Tan Basa di samping diabadikan sebagai nama jalan di Tarusan ruas jalan Padang-Mukomuko, juga sebagai nama RSUD Kabupaten Pesisir Selatan di Painan. Selain itu sedang diteliti dan ditulis varian biografinya dan diterbitkan Oktober 2022 ini oleh Pusat Kebudayaan Minangkabau (PKM) Sumatera Barat. Judul Buku: “1001 Tokoh Minangkabau” di ranah, rantau dan diaspora dengan editor penulis besar dan sejarawan Nasional Hasril Chaniago, dkk dari PKM Sumatera Barat.

Usul Rehab Makam Tokoh 1001 Minang, Melalui Sekdakab

Saya merasakan dan telah mengusulkan, penting RSUD dr.M.Zen Painan menyediakan anggaran untuk merehab komplek pemakaman pahlawan ini. Manfaatnya, tidak saja sebagai bagian pengabdian sebuah lembaga yang memakai nama besarnya, juga membantu Pemkab Pesisir Selatan menyediakan tambahan Daerah Tujuan Wisata (DTW) sejarah.

Makan dr M Zen

Perasaan dan pesan saya tentang pentingnya merehab komplek pemakaman dr.M.Zen Dt. Bagindo Tan Basa ini, telah saya sampaikan khusus kepada Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Pesisir Selatan Mawardi. Di hari baik, selepas saya menjadi khatib di Masjid Akbar Baiturrahman bertemu dengan Sekdakab di Painan itu. Sekdakab menyambut senang, dan akan membicarakan dengan para pihak di Pemdakab dan Masyarakat kearah pemugaran komplek pemakaman dr.M.Zen itu.

Kondisi Makam dr. M. Zen

Ziarah ke makam dr. M. Zen Dt. Bagindo Tan Basa ini, disambut kaum Caniago Tarusan dan diantar penghulunya Andi Dt. Rajo Magek. Ialah cucu dr.M.Zen, pemangku gelar pusako Caniago yang tidak menerus nama gelar induk sukunya Dt. Bagindo Tan Basa yang dulu dipangku dr. M.Zen. “Gelar induk pusako Caniago Tarusan Datuk Bagindo Tan Basa yang berasal usul dari Guguk itu, sudah terlipat lama”, kata Andi Dt. Rajo Magek.


Posisi makam dr.M.Zen Dt. Bagindo Tan Basa itu pas di jantung perkampungan suku Caniago Tarusan. Dekat dengan bekas (artefak) Rumah Gadang Suku Caniago Tarusan itu. Berada di Jalan Bariang, pinggir Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Tarusan. Juga di sana terdapat aset ekonom kerakyatan, adalah lokasi penambangan pasir oleh sebagian besar keluarga.

Kondisi makam dr.M.Zen Dt. Bagindo Tan Basa itu, cukup baik dirawat apa adanya oleh keluarga suku Caniago. Andaikan komplek makam tokoh ini direhab, keluarga senang sekali, sebut Andi Dt.Rajo Magek. Manfaatnya, tidak saja sebagai monumen sejarah tetapi sekaligus membantu Pemdakab menambah DTW sejarah di Pesisir Selatan.

Nama Besar dr.M.Zen bagi RSUD Painan

Tokoh dr. M. Zen Dt. Bagindo Tan Basa, boleh dikenal sebagai seorang pahlawan kemanusiaan bidang kesehatan. Justru sepanjang umurnya yang relatif pendek (36 tahun, 1896-1931) itu sudah dihabiskannya mengabdi di pedesaan. Meski ia dokter tamatan STOVIA yang bergengsi, ia rela mengabdi mengawal kesehatan masyarakat desa, sejak dari Bangko, Sawah Lunto sampai di Painan Pesisir Selatan.

Klik untuk melanjutkan membaca halaman selanjutnya…

  • Bagikan