Desa Senapelan, Desa Rohul dan Desa Gunung Sahilan

  • Bagikan

Nan tasuruak tersiar dari Kota Pekanbaru. Desa di tengah kota. Dipasilitasi sebagai kampung wisata. Sekarang siapa yang tak tahu, itulah Kampung Bandar Senapelan.

Kata Datuk Nasir Panyalai tokoh adat Pekanbaru, Senapelan itu kota lama, di situ dibuat pekan yang baru. Menjadi asal nama Pekanbaru. Awal, berfungsi menjadi bandar dagang baru melawan Belanda. Dari kota lama ini disejarahkan berdiri Kota Pekanbaru, ibu kota Provinsi Riau. Karenanya Desa di tengah kota ini dihargai, menyimpan kekayaan sejarah, sebut Datawardana intelektual Riau itu.

Wajah desa Senapelan dari samping masjid raya Pekanbaru

Cerita Desa Senapelan ini bagian menarik perbincangan soal desa adat dan desa sejarah Riau. Mengemuka dari lisan Datuk Nasir dan Datawardana, saat menikmati kopi pagi pada palanta Yong Bengkalis di Jalan S. Parman (Beringin Gobah), Sail, Pekanbaru, Sabtu, 24 Desember 2022.

Datawardana Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Riau, mengapresiasi Senapelan sebagai sebuah desa kota yang sarat nilai sejarah. Ia menyebutnya sebagai desa di tengah kota Pekanbaru ini khusus dipesiapkan sebagai kampung wisata sejarah. Banyak dikunjungi wisatawan domestik dan manca negara. Namun kalau mau melihat Desa Adat boleh berkunjung ke Desa Kerajaan Rokan Hulu dan Desa Kerajaan Gunung Sahilan.

Di Yong Bengkalis Pekanbaru: Rido, Datuk Nasir Panyalai, Datawardana dan Yulizal Yunus.

Datawardana putra Rokan, kandidat doktor yang disertasinya tentang desa adat ini, mengajak. “Datuk kalau mau mengunjungi desa adat di Riau, lihatlah dua desa kerajaan: Rokan Hulu dan Gungun Sahilan”.

Desa Kerajaan Rokan Hulu

Rokan Hulu (Rohul) dulu Kerajaan, sekarang salah satu Kabupaten di Provinsi Riau. Luasnya 7.449,85 dengan penduduk 515.724 jiwa (2020). Rohul masih memperlihatkan profil sebagai desa adat jejak Kerajaan Rambah (sejak abad ke-13). Desa Rohul yang beraja itu dijuluki negeri 1000 suluk, masih dikesankan suasana spiritual sufiyah dan beraraja yang rajanya sebagai pucuk adat. Di antara bukti ditemukan rumah pesukuan adat, istana raja dan komplek pemakaman Raja Rambah (Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu).

Tersebut Rokan dari nama sungai Rokan berhulu dari Pasaman, Sumatera Barat melintasi Rokan Riau, membelah Sumatera bermuara ke Selat Malaka. Rokan (Ar: rakana, rukun, damai) disebut juga rantau Rokan, berpangkal dari 4 orang yang merantau dari Minangkabau, Sumatera Barat. Pun pertalian raja-raja Rohul ini, ada disebut asal Pagaruyung (Sumatera Barat), ada pula disebut asal daerah ini juga, diasuh di Pagaruyung dan kembali lagi ke daerah asalnya, sebut Datawardana.

Fenomena sejarah Kerajaan Rokan ini yang pasti menunjukkan Rokan tak bisa dipisah pertalian Rokan dengan Minangkabau, sebut Datuk Nasir Panyalai. Fakta itu selain sungai berhulu dari Sumbar, juga asal usulnya. Dari sejarah raja memerintahpun di kerajaan dulu seperti disebut berbagai sumber sejarah Riau lainnya, menunjukkan kesan itu. Disebut Raja ke-5 dari Kerajaan Rokan ialah keturunan Sultan Sidi saudara Sultan Sujak, asal Minangkabau (Sumatera Barat). Wallahu a’lam!

Di Rokan selain makam Raja-raja seperti makam Raja Rambah, masih banyak jejak sejarah seperti benteng 7 lapis Tuanku Tambusai, terlebih pula pesona istana Rokan. Sudah cagar budaya, berlokasi di Rokan Koto Ruang, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu.

Klik halaman selanjutnya

  • Bagikan