Opini  

Tokoh Sentral Pemuda Bisa Berantas Diskotik di Jalanan Kampung

Dr Yulizal Yunus Datuak Rajo Bagindo

Bagalanggang mato urang banyak, mamak menonoton, sumando menonton, kamanakan perempuan menonton, betapa memalukan pemuda parik paga itu secara bersamaan melihat artis telanjang berjoget, diikuti pula pemuda kamanakannya sendiri berjoget kesurupan, sambil memasukan tangan memegang uang ke dada dan celana dalam artis telanjang di pentas terbuka itu. Astaghfirullan, sumanda dan mamak rumah berdecak, di mana lagi adat dan agama kita!.

Belum lagi kejahatan yang mungkin timbul akibat diskotik terbuka dengan orgen tunggal sampai tengah malam dan subuh. Menari kesurupan di pentas, minum-minum miras, narkoba. Diikuti di bawah pentas yang menonton, mabuk-mabukan, anak-anak ngelem, bahkan pergaulan bebas terjadi dan pacaran terbuka, dan siapa yang jamin terjebak indehoi (masuk belukar) dan bisa termakan buah terlarang. Bahkan kadang ditunggangi, sampai ada berkelahi antar kampung. Luar biasa banyak bahayanya dan menimbulkan kerusakan moral.

Tidak ada cara lain, ayo pemuda! Mari duduk bersama! Membuat kesepakatan bersama, aktifkan parik paga nagari, tagak di nagari mamaga nagari, tagak di kampung mamaga kampung, tagak di suku memaga suku. Caranya kita laksanakan nilai-nilai adat salingka nagari sebagai pelaksanaan nilai-nilai agama sebagai sandi adat. Kita jalankan misi nagari, adalah nagari aman santoso, baldatun thaiyyibatun warabbun ghafur (nagari yang baik dan mendapat keampunan Tuhan). ***