Berita  

65 Pelajar Terpilih Jadi Anggota Paskibraka Padang Panjang 2024

FIKIR.ID – Sebanyak 65 pelajar terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Padang Panjang 2024. Sebelumnya ada 207 pelajar yang mengikuti seleksi anggota Paskibraka ini.

Dalam seleksi itu, siswa asal SMAN 3, Habiburrahman, menjadi anggota Paskibraka putra dengan perolehan nilai tertinggi, 92,7. Sedangkan Inaayah Safira, dari SMA N 1 Sumbar, sebagai anggota Paskibraka putri peraih nilai tertinggi 92,1.

Ketua Tim Seleksi, Enki Trinanda mengatakan, seleksi berlangsung sejak 17 April lalu dilaksanakan dengan proses yang bersih dan berintegritas.

“Seleksi ini dipandu aplikasi. Tidak ada ruang bagi tim seleksi membantu yang lolos. Mereka tidak diketahui dari mana berasal. Ada berbagai sekolah yang ikut, baik negeri maupun swasta. Seleksi dipastikan bersih, independen dan berintegritas,” ujar Kabid Kesabangpol ini usai acara pengumuman hasil seleksi anggota Paskibraka, Senin (29/4/2024) di Aula Pertemuan Secata B.

Enki mengungkapkan bahwa pemilihan anggota Paskibraka kali ini berbeda dari tahun- tahun sebelumnya. Bila sebelumnya utusan perwakilan sekolah sama secara jumlah yaitu lima putra dan lima putri. Sekarang, sekolah yang siswanya lebih dari 300, mengirim utusan yang diseleksi 15 putra dan 15 putri.

“Seterusnya, sekolah yang jumlah siswanya 200-300, mengirim 12 putra dan 12 putri. Sekolah yang jumlah siswa 100-200 mengirim 10 putra dan 10 putri. Lalu di bawah 100, 5 putra dan 5 putri. Kita berusaha adil. Mudah-mudahan tahun depan akan lebih baik lagi,” harapnya.

Adapun seleksi yang dilalui calon anggota Paskibraka yaitu Tes Administrasi terdiri dari Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Intelegensi Umum (TIU) passing grade 70. Kemudian, Kesamaptaan, tinggi badan, baris berbaris dan wawancara.

“Postur, sesuai aturan BPIP, tinggi anggota Paskibraka putra minimal 170. Putri untuk di Padang Panjang minimal 158 di bawah nasional,” sebutnya.

Pada tes wawancara terang Enki, dinilai sikap, kepribadian dan penguasaan medsos. “Bagaimana mereka bermedsos. Kita tidak mau peserta bermasalah di medsos. Alhamdulillah tidak ada. Yang lolos cukup bijak bermedsos,” tuturnya.