Berita  

Jangkauan Semakin Luas, Zarfi Deson Harap Bantuan Mesin Tempel Tingkatkan Perekonomian Nelayan

FIKIR.ID – Anggota DPRD Sumatera Barat Zarfi Deson berharap bantuan mesin tempel dapat memperluas jangkauan nelayan untuk menangkap ikan di tengah laut. Sehingga, kata dia, dapat meningkatkan perekonomian nelayan.

Hal itu disampaikan oleh Zarfi Deson disela kegiatan verifikasi kelompok nelayan penerima bantuan mesin tempel 15 PK yang dilakukan oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Sumbar bersama dengan Dinas Perikanan dan Pangan Pessel di 3 kecamatan di Pesisir Selatan.

Ada 12 mesin tempel yang berasal dari dana pokir Zarfi Deson yang akan disalurkan untuk kelompok nelayan di Kecamatan Lengayang, Ranah Pesisir, dan Linggo Sari Baganti.

Pria yang akrab disapa Deson itu menekankan, agar bantuan mesin tempel tersebut tidak disalahgunakan. Karena, sebutnya, bantuan itu diserahkan untuk membantu usaha nelayan dalam melancarkan penangkapan ikan di laut.

“Dengan harapan ke depan dapat meningkatkan perekonomian. Kita berharap para nelayan untuk memanfaatkan bantuan ini dengan baik,” kata Deson didampingi oleh Kabid Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar dan Kabid Tangkap Dinas Perikanan dan Pangan Pessel serta kelompok nelayan, Senin (26/6).

Dengan verifikasi ini, kata dia, selain melihat kelengkapan administrasi kelompok nelayan juga untuk melihat kondisi riil nelayan di lapangan. Hal ini juga guna memastikan bahwa yang akan menerima bantuan adalah memang nelayan.

“Ini sebagai bentuk meminimalisir penyalahgunaan bantuan mesin tempel. Jika disalahgunakan atau dijual, pasti akan berurusan dengan aparat penegak hukum,” jelas Deson.

Kedepan, kata dia, ia akan mengganggarkan dari dana pokirnya untuk menanggung biaya iuran peserta asuransi bagi 1000 nelayan di Pesisir Selatan.

“Mudahan bisa terealisasi dalam tahun ini,” harapnya.

Deson menyampaikan, pekerjaan sebagai nelayan memiliki resiko yang besar. Untuk itu, sebutnya, harus ada jaminan kerja bagi para nelayan.

Ia menyebut tindakan yang dilakukannya ini didasari dari sisi kemanusiaan dan bentuk kepeduliannya kepada nelayan. Ia melihat pekerjaan nelayan banyak bahaya yang senantiasa menanti, seperti; disengat ubur-ubur, patah tulang dan tenggelam.

Ia memaparkan, sekarang Pemprov Sumbar tengah menggodok aturan terkait asuransi nelayan. Jika telah rampung, ia berjanji akan memasukkan pokirnya untuk melindungi dan memberi jaminan kerja bagi nelayan.

“Kita juga akan anggarkan untuk tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya.