Berita  

FKDM Sumbar Terkesan Aktifitas FKDM Kota Solok Dorong Rakor Kewaspadaan

FKDM Sumbar dan FKDM Kota Solok, Selasa (1/11)

FIKIR.ID – Kunjungan tim FKDM Sumbar dipimpin Sekretaris Irwandi Walis Datuak Rajo Lelo ke Pemko Solok. Tim pun terkesan dengan aktifitas FKDM Kota Solok.

Aktif diskusi menganalisis perkembangan, fenomena dan berbagai peristiwa yang di dalamnya berpotensi konflik, meski FKDMnya baru berdiri pada 2018, kata Irwandi melaporkan.

Tim FKDM dan Kesbangpol Sumbar yang turun ke Pemko Solok terdiri dari Sekretaris FKDM Irwandi Walis Dt Rajo Lelo dan anggota Rustam serta Buya Syafwan. Dari Kesbangpol Kasubid Penangan Konflik Gema Bermana dan Mardial lainnya. Tim diterima Kasi Kewaspadaan di Kesbangpol dan Ketua serta anggota FKDM Kota Solok.

Kota Solok terdengar aman-aman saja, meskipun juga sesekali terdengar ada peristiwa menarik. Dalam masalah adat misalnya, di Kota Solok terdapat wilayah istimewa adat di Minangkabau yakni Nagari Lubuak Sikarah, satu di antara Lubuk Nan Tigo sebagai wilayah istimewa peradilan adat dalam Kelarasan Bodi Caniago Datuk Perpatiah di Minangkabau. Idealnya pelaksanaan adat dan hukum adatnya lebih baik di nagari itu tadi, namun terakhir terdapat terdapat konflik kelembagaan adat yang rumit di sana.

Saya dan kawan-kawan pernah ditugaskan ke sana oleh Pemrov Sumatera Barat dalam kapasitas Tim Konsolidasi Kelembagaan Adat Provinsi Sumatera Barat yang di-SK-kan Gubernur. Turun ke sana hanya untuk melihat bentuk. masalahnya serta potensi konflik. Itu hanya sebatas bertukar “pangana” saling mencerdaskan. Selanjutnya biar mereka menyelesaikan adat salingka nagarinya. Hasilnya diinformasikan kepada pemdaprov, sebagai bahan kebijakan selanjutnya dalam melakukan mediasi dan memfasilitasi perdmaian adat oleh pemerintah setempat. Saya melihat, justru konflik itu tidak saja konflik internal organisasi adat dan limbago adat di nagari tapi dampaknya melibatkan konflik vertikal, perlu dicermati.

Dengan aktifnya FKDM Kota Solok, kita banyak berharap, berbagai masalah dapat dipecahkan dan memediasi konflik sosial masyarakat. Dari catatan Irwandi yang mengemuka dalam diskusi dengan FKDM Kota Solok, pada kunjungan silaturrahmi FKDM Sumbar pada 1 Nov 2022, banyak fenomena sudah dideteksi dan dianalisis FKDM di sana. Di antaranya permasalahan sosial juga LGBT yang belum dapat penanganan serius.

Juga ada masalah kecemburuan sosial dampak fenomena pembangunan usaha ritel modern. Selain itu juga ada masalah terindikasi aliran sesat lainnya meresahkan masyarakat Kota Solok. Fenomena itu terlepas dari berpotensi konflik atau tidak, namun aktif didiskusikan dan dianalisis FKDM di sana.

FKDM Kota Solok bertekad terus menerus melaksanakan kegiatan deteksi dini dalam kerangka waspada dini. Diikuti diskusi dan menganalisis berbagai peristiwa yang berpotensi konflik. Hasilnya direkomendasikan ke Pemko melaui Kesbangpol Kota Solok. Pemko Solok pun terus mengupayakan Anggaran untuk biaya operasional FKDM.

FKM Kota Solok, kata Irwandi punya kemauan dan disepakati untuk terus melakukan komunikasi dan koordinasi secara terus menerus antara FKDM Kota Solok dengan FKDM Provinsi serta dengan forum strategis lainnya.

Kata Irwandi, dari kunjungan ke Solok, kita mendapat pengayaan informasi dari FKDM Kota Solok ini. Menarik menjadi bahan dsn masukan mendorong kita segera melaksanakan rakor FKDM se Sumbar di samping merumuskan agenda-agenda FKDM Sumbar dan agenda FKDM Kabupaten Kota.

AH Arsland Kabid Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik di Badan Kesbangpol Provinsi Sumatera Barat, merespon “mantap” pertemuan FKDM Sumbar dan Kota Solok. “Kita memang akan ada Rakor Kewaspadaan menjelang akhir tahun ini. InsyaAlllah jika anggaran disetujui”, kata Arsland dalam WAG FKDM Sumbar.