Tokoh  

Makam Moechammad Zen, Penting Direhab, Tokoh Sepanjang Umur Kawal Kesehatan Masyarakat Desa

Dalam praktek, dr. M. Zen Dt. Bagindo Tan Basa senang melakukan pengobatan masyarakat nagari dari rumah ke rumah ketika ia praktek di Painan. Ketika itu penyakit mewabah asma, TBC dan malaria lainnya. Ia di samping melakukan pengobatan, sekaligus senang mendidik masyarakat senantiasa hidup sehat. Karenanya beralasan nama besarnya dipakai sebagai nomenklatur RSUD Kabupaten Pesisir Selatan di Painan yang didirikan (1930) setahun sebelum wafatnya dr. Muhammad Zen (tahun 1931) ini.

Kaum Suku Caniago Gadangkan dr.M.Zen

Orang tua dr. M.Zen, ayahnya ialah Angku Palo Gaibun. Ibunya bernama Siti Djoenah dan neneknya Siti Sjakiah, suku Caniago. Disebut Andi Dt. Rajo Magek, asal usul suku Caniago ini terdapat pada ranjinya dan ada kesamaan dengan ranji induk di Pagaruyung dan yang di kaum asal usul Guguk Solok.

M.Zen bersaudara ada 8 orang lebih banyak perempuan yang namanya didahului dengan Siti dan lelaki didahului dengan Muhammad (ditulis Moehammad). Andi Dt. Rajo Magek menyebutnya yang ingat di antaranya 6 orang, ialah Muhammad Syarif, Moechtar, Siti Kamsiah dan Siti Hafisah, Siti Sjafiyah dan Muhammad Khair. Sementra cucu dan piutnya banyak dari keturunan bersaudara menjadi kerabat suku Caniago.
Di dalam kaumnya Suku Caniago Tarusan, dr.M.Zen secara adat Minangkabau “di-gadang-kan” (didahulukan selangkah ditinggikan seranting) dan “di-basa-kan” (dibesarkan) menjadi datuak (dt) penghulu. Ia diangkat dengan sakato (kesepakatan) kaumnya suku Caniago dengan gelar pusaka sukunya yang asal usulnya dari Guguk Solok itu, yakni Datuk Bagindo Tan Basa. Gelar induk pusako Caniago Tarusan asaul dari Guguk ini seperti disebut Andi Dt.Rajo Magek, sudah lama terlipat.

Menikahi Gadis Melayu Painan Siti Darsiah

dr M Zen

M.Zen menikah dengan seorang gadis suku Melayu Painan bernama Siti Darsiah. Ialah putri dari Ibrahim Amar (pernah Jaksa Pertahanan). Siti Darsiah punya saudara bungsu bernama Prof. Dr. Darwis (tamatan UI, namanya diabadikan pada nama jalan Darwis di Painan).

Perkawinan M.Zen dan Siti Darsiah melahirkan putra putri 7 orang. Kata Andi Dt. Rajo Magek semua nama anak lelakinya didahului dengan “Muhammad” (Moehammad) dan anak perempuannya dengan Siti. Renaldo Djohan Jahja (akrab dipanggil Roy) cucu dr.M.Zen, menyebut nama ibu dan mamak-mamaknya putra putri dr.M.Zen itu yang lahir di Bangko dan Painan. Mereka ialah:

  1. Moehammad Zairoel Zen (pernah Wakil Atase Militer di Uni Soviet tangan kanan AH.Nasution)
  2. Moehammad Zagloel Zen (anggota ABRI – Letnan),
  3. Moehammad Zaini Zen (mantan Bupati Pesisir Selatan),
  4. Siti Darmatasiah Zen (Ema, ibunya Roy),
  5. Moehammad Zainal Zen,
  6. Moehammad Zoelkifli Zen dan
  7. Moehammad Ikram Zen (tentara pelajar yang gugur ketika Bukittinggi terbakar, namanya no.2 pada Prasasti Tentara Pelajar di Bukittingi).

Mereka semula tinggal di Rumah Gadang Melayu Simpang Painan yang banyak melahirkan orang besar di Nusantara. Kemudian sepeninggal dr. M.Zen Dt. Bagindo Tan Basa, keluarga diam di rumah bajubin (porselin) pertama, dekat ke Pantai Painan. Dikenal, rumah ini pernah disinggahi dan menjadi tempat bermalam Soekarno dan ibu Inggit masa peralihan penjajahan Belanda ke Jepang. Fenomena ini diakui Rusma Yul Anwar Bupati Pesisir Selatan dan saya dimintanya melihat dan meliti peninggalan sejarah itu. Insya Allah!

Exit mobile version