https://fikir.id/wp-content/uploads/2025/09/1001185189.mp4Pada semua anak kamanakan rang mudo pemuda, lanjut suarakan hati nurani rakyat. Ini dari mamak, Yulizal Yunus Dt Rajo Bagindo based Bakor KAN Sumatera Barat di samping payung kaumnya kampai. Mak datuk bangga, kamanakannya mampu menyampaikan aspirasinya dalam situasi sesulit apapun. Teruslah bersuara. Itu bagian perjuangan. Pemuda dalam pandangan mak datuk, pembuat sejarah, tiada sejarah tanpa peran pemuda. Parik paga di nagari dan kalau tidak berlebihan iron stock penangkal ATHG bangsa. Generasi pemilik masa depan emas, mesti di garda terdepan mengadakan perubahan. Berubah tidak saja maju bidang kesejahteraan material, tetapi juga kemajuan spiritual.Pesan mak datuk, teruslah bergerak. Siaga dan jaga diri dan marwah kita Sumatera Barat damai. Pegang senantiasa norma adat dan nilai agama sebagai kearifan lokal kita, benteng terakhir bangsa, perkuat nilai empat konsesus dasar bangsa: Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Selamat bejuang pemuda anak kemenakan. Terima kasih Mak Datuk.
Wati rusuh sejak beberapa hari lalu. Keras dan kering, batuknya tak juga mau berhenti. Di ranjang putih ruang perawatan, tubuhnya tampak lelah, tapi matanya masih menyimpan cemas yang lebih melelahkan daripada batuk itu sendiri.
Menarik isu aktual Ketahanan Hukum yang disimak dan diapresiasi M. Shadiq Pasadigoe Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Nasdem yang disiarkan akun FB-nya. Adalah pengaduan terkait Skema Working and Holiday Visa (WHV) Australia tak boleh diabaikan.
Nagari Simpang Kapuak ini saya kenal saat bertemu 47 Niniak Mamaknya. Mengagetkan ada kisah Nageri dibuat Wali Allah. Kapasitas kehadiran saya sebagai narasumber. Satu di antara tiga lainnya: Musra Dahrizal Katik Jo Mangkuto (Mak Katik) serta narasumber dari LKAAM.
Ahmad Chatib menjadi penting empat dasawarsa pasca Paderi. Justeru sejak dasawarsa ke-4 abad ke-19, Paderi menyisakan traumatik orang Minang bahkan ulama kecewa dengan kaum adat. Kekecewaan itu tidak saja karena lumpuh menghadapi tekanan penjajah, secara internal tak kurang dahsyatnya tantangan pengkhianatan orang yang tinggal di Minang sendiri terhadap Islam